Minggu, 14 Januari 2018




MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DI PENYIARAN

Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan konsep-konsep yang terkait erat umum seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan stimulasi mental.
Dalam beberapa kasus pengetahuan peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui komunikasi, intelijen, atau diperoleh dari berita juga disebut informasi. Informasi dalam bentuk koleksi data dan fakta sering disebut data statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan aliran.
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu orang untuk membuat, memodifikasi, menyimpan, berkomunikasi, dan / atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh Teknologi Informasi bukan hanya sebuah komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan perangkat genggam modern (misalnya ponsel).
Memahami teori komunikasi dan informasi menurut Robert l. Mathis dan John H. Jackson (2004) globalisasi adalah penyumbang utama terhadap pengembangan dan evolusi teknologi telekomunikasi dan informasi membantu pengiriman yang cepat. Teknologi komunikasi seperti televisi satelit dan telah menghadirkan layanan telepon nirkabel ke desa-desa. Pertumbuhan penggunaan internet di seluruh dunia telah membuat orang-orang dan perusahaan-perusahaan individu dapat dengan mudah berkomunikasi dan mengakses data dalam jumlah sangat besar.
Ada baik dan bentuk teknologi komunikasi yang dapat digunakan digunakan dalam penyiaran pendidikan, antara lain, sebagai berikut:
1. Radio siaran
Radio merupakan media elektronik lama dan sangat fleksibel. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia, melalui hubungan saling menguntungkan dengan melengkapi dengan media lainnya. Secara umum, radio dapat dilihat sebagai penyerapan media komunikasi massa melalui indera pendengaran. Salah satu bentuknya adalah pemanfaatan pendidikan teknologi komunikasi radio. Radio media seleksi didasarkan pada kemampuan media untuk menjangkau populasi pendengar Bianya dan lebih murah. Musim panas mengatakan bahwa media memiliki peran radio, karena keberadaannya sebagai jaringan internasional dapat mengesampingkan hambatan georafis dan menjangkau pendengar pada semua pendidikan budaya dan ekonomi tingaktan.


2. Televisi Siaran Pendidikan
Dari berbagai jenis dan bentuk teknologi komunikasi yang tersedia, siaran televisi adalah media ampuh untuk menyebarkan informasi kepada publik secara bersamaan. Broadcast televisi juga memiliki kekuatan yang luas jangaku dan mampu menghilangkan batas-batas geografis, kehidupan sosial, politik dan budaya dari penampil. Bahkan ada televisi yang kurang penting juga memiliki potensi untuk menyampaikan pesan pendidikan / pembelajaran. Artinya, televisi merupakan salah satu bentuk pengajaran dan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan demikian tujuan akhir dari menggunakan media informasi dan komunikasi adalah kesejahteraan rakyat yang tercermin dalam kemampuan ekonomi negara. Informasi untuk masyarrakat sangat penting dalam rangka memberdayakan hidup mereka meningkat. Dengan banjir informasi kepada publik memungkinkan orang memperoleh peningkatan pengetahuan dan pengetahuan biasanya hanya dimiliki oleh sekelompok profesional yang dapat dipromosikan oleh kemajuan ICT Selain menyebabkan jarak antara kelompok-kelompok orang dapat dihilangkan. Kemajuan dapat diatasi dengan berbagai ICT media. Sebuah jumlah besar sumber informasi yang akan dapat memperkaya informasi dan pengetahuan kepada penonton.
Informasi untuk negara dapat menjadi sumber listrik. Selain keadaan informasi dapat memberikan kontribusi pada kekuatan dan stabilitas dari sistem pelengkap sosial, polotok, ekonomi, dan budaya. Informasi dalam suatu negara dapat menjadi kekuatan dalam perekonomian merupakan salah satu faktor yang menentukan pelaksanaan pembangunan. Denagan memanfaatkan informasi dari berbagai media untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diharapkan akan ada sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam konteks interaksi sikap pola umum masyarakat dan bagaimana orang berperilaku dengan informasi yang ada. Dengan kemudahan akses ke informasi dan pengungkapan informasi masyarakat diharapkan lebih kritis, cerdas, dan pemberani.
Dengan informasi yang kaya, warga negara memiliki sikap kritis, sikap untuk meneliti isu-isu di sekitarnya mulai di bidang pendidikan politik. Hal ini juga berani mengungkapkan meremehkan tidak setuju dengan pendapatnya. Semua dapat mengomentari era ini, tentu saja, argumen berdasarkan teori atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain dinamika informasi juga dapat memotivasi dan mendidik masyarakat. Akses informasi yang tidak membedakan antara status sosial yang disandang bersama dengan demokratisasi informasi. Dengan informasi yang kaya maka masyarakat diharapkan dapat memilih informasi mana yang benar dan yang tidak mudah tertipu disesatkan oleh orang lain dan mampu berdiri sendiri serta memiliki daya saing tinggi. Dengan munculnya TIK diharapkan dapat mengubah dalam konteks lembaga sosial yang dapat dilihat dari perubahan format tatanan sosial dan lembaga - lembaga baru di bidang tata kelola informasi.
Sekarang lembaga-lembaga pelayanan publik atau banyak lembaga sosial lainnya mulai berubah pandangan menerapkan sistem informasi pelayanan terpadu, misalnya di beberapa pemerintah daerah telah menggunakan e-pemerintah dalam rangka menciptakan pemerintahan yang informatif dan akuntabel. Lembaga penegak hukum akan mulai menerapkan otomatisasi dalam layanan. Hal ini dilakukan sejalan dengan bimbingan pemerintah akan cepat, informatif, dan transparan. Sedangkan perubahan pranata sosial dalam bidang manajemen informasi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layananya.
Lembaga - lembaga seperti perpustakaan, kantor arsip, atau lembaga informasi baru mengambil bentuk dengan menerapkan teknologi informasi dalam pelayanan, sehingga lebih cepat dan akurat. Ia juga muncul lembaga baru yang berfokus informasi layanan di daerah-daerah tertentu. Misalnya, munculnya pusat-pusat informasi pariwisata, pusat informasi bisnis atau informasi rumah kontrakan pusat dan sebagainya. Lembaga - lembaga adalah lembaga sosial yang timbul karena orang perlu mereka bahkan dapat menjadi komoditas ekonomi. TIK dapat mempengaruhi kemajuan budaya kita, yang dapat mendorong atau mempengaruhi sikap, memotivasi, mengembangkan pola perilaku dan dapat menyebabkan integrasi sosial. Selain budaya kita juga akan dengan mudah dipengaruhi oleh budaya lain, baik lokal maupun asing yang dapat mempercepat proses produksi dan distribusi barang dan jasa dalam jumlah besar.
Semua itu adalah perubahan positif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada individu dan masyarakat, tapi tentu ada juga dampak negatif. Dalam era transparansi saat pemerintah tidak transparan dan akuntabel maka yang terjadi adalah sebagai demonstrasi menentang kebijakan pemerintah yang merusak bagi masyarakat kita dalam tahap awal belajar demokrasi baru. Dengan hadirnya berbagai produk informasi seperti radio, TV, internet, HP juga berdampak pada sikap dan perilaku, seperti malas belajar, individualistis, perilaku tidak bermoral, dan sebagainya.
Keberadaan teknologi informasi dan komunikasi juga merupakan ancaman bagi budaya kita, seperti perubahan dalam cara kerja, cara hidup, hubungan keluarga dan komunikasi antar individu. Perubahan budaya dapat dilihat dari budaya saling membantu, yang merupakan salah satu modal sosial kita, terutama di masyarakat pedesaan sekarang sudah mulai terkikis. Dan di tempatnya adalah hubungan kerja dengan majikan dihargai gaji. Dengan penyebaran yang cepat dari budaya melalui teknologi komunikasi juga menimbulkan ancaman bagi pelestarian budaya asli Indonesia, sementara budaya asing kini lebih dominan dan ditiru kaum muda. Berbagai dampak negatif perkembangan TIK, di satu sisi untuk kesejahteraan masyarakat di mana ingin membuat sebagian besar - baik, tetapi di sisi lain jika disalahgunakan maka akan berakibat fatal dan merugikan diri sendiri.

Melalui siaran media (TV, radio, koran) perkembangan teknologi komunikasi dan sekaligus akan pesan siaran dapat diketahui dan dapat disampaikan kepada penonton. Kemajuan teknologi juga sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan penyiran, misalnya, dengan penemuan komputer, kamera, camcorder, kamera digital, dll sehingga memudahkan kerja para pekerja penyiaran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Public speaking   yang baik 1.       Self Mastery Self mastery  adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri sendiri m...