Manfaat Teknologi Komunikasi bagi Public Relations
Pada konferensi tahunan di tahun 1995, Institut Public Relations disadarkan akan sebuah fenomena dimana teknologi Internet akan berkembang menjadi sangat besar pada setiap perusahaan. Kehadiran e-mail dan websites menjadi aspek penting dalam komunikasi bisnis perusahaan. Kita dapat melihat evolusi teknologi ini dengan jelas dengan semakin maraknya kehadiran media-media sosial. Sebut saja Twitter, Facebook, MySpace, Blogs, dan lain-lain. Berbagai gadget seperti laptop, tablet, telepon genggam, dan sebagainya juga senantiasa menyediakan fitur-fitur untuk pertukaran informasi yang beragam dan semakin canggih.Memang perkembangan teknologi tidak dapat dibendung lagi. Apalagi semenjak adanya Internet yang berkembang sangat pesat. Internet, dibanding radio dan televisi, penetrasinya di masyarakat termasuk yang paling cepat. Dalam waktu lima tahun saja pengguna internet mencapai 50 juta orang. Sementara radio membutuhkan waktu 38 tahun dan televisi 13 tahun.
Setiap saat selalu saja ada inovasi terbaru yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi aspek hidup kita. Tak terkecuali aspek pekerjaan seorang praktisi Public Relations (PR). Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan terhadap tugas dan peran PR. Keberadaan Internet membawa banyak manfaat bagi praktisi PR. Namun, perlu diingat bahwa keberadaan media Internet tidak mengganti media PR lainnya. Internet adalah salah satu alat yang jika dimaksimalkan dengan baik, seorang praktisi PR dapat membangun reputasi dan citra perusahaan dengan efektif.
Penerapan teknologi komunikasi harus didahului oleh penguasaan teknologi komunikasi tersebut. Pemakaian teknologi komunikasi menguntungkan, misalnya meningkatkan produktivitas serta memperpendek waktu dan jarak. Keuntungan yang ditawarkan teknologi ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh praktisi PR karena hal ini tentu saja mempermudah kegiatan PR dalam menjalankan tugas dan perannya. Secara umum praktisi PR harus menimbulkan pengertian dan goodwill dari publiknya untuk meningkatkan reputasi perusahaan. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, praktisi PR bisa menjalankan tugas dan perannya dengan lebih mudah.
Praktisi PR adalah seseorang yang harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tulisan melalui berbagai media. Perkembangan teknologi komunikasi menghadirkan sebuah media baru bagi praktisi PR yaitu media PR kontemporer. Bahkan kini, terdapat kajian baru dalam ilmu PR yaitu PR on the Net atau Cyber PR. Media PR kontemporer terdiri dari media massa online (newspaper online, magazine online, digital radio, digital television); media non-massa online (chatting, teleconference, videoconference); dan media sosial online (Facebook, Twitter, Blog).
Seorang praktisi PR yang baik harus dapat beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi-teknologi terbaru. Dengan menguasai media Internet, para praktisi PR mampu menjangkau publik mereka tanpa harus diintervensi oleh gatekeeper yang melakukan sensor terhadap terbitnya suatu informasi. Sebaliknya, publik juga dapat berkomunikasi kepada PR melalui media kontemporer yang telah ditentukan oleh praktisi PR.
Perkembangan teknologi khususnya media Internet mempengaruhi cara praktisi PR untuk menjalin komunikasi dengan publiknya. Contohnya adalah cara menyampaikan press release perusahaan. Kegiatan PR perusahaan atau organisasi yang sudah menguasai teknologi dengan baik biasanya menaruh press release di situs web perusahaan. Cara ini sudah dilakukan oleh berbagai perusahaan besar di berbagai belahan dunia. Dewasa ini, bila perusahaan tidak memiliki situ web tersendiri, maka secara tidak langsung perusahaan itu telah membuka peluang bagi kompetitor untuk berada satu langkah di depannya.
Bila praktisi PR tidak menguasai teknologi terbaru, maka hal tersebut menjadi suatu kerugian besar bagi perusahaan atau organisasi tempatnya bekerja. Perkembangan teknologi akan selalu berbanding lurus dengan tugas dan peran PR. Namun, keberadaan teknologi khususnya media Internet dalam ranah kerja praktisi PR tidak serta merta mengesampingkan peran media konvensional seperti media massa televisi dan radio. Bagaimanapun kata-kata yang dilontarkan seorang praktisi PR secara langsung melalui media televisi akan lebih dipercaya publik dibandingkan dengan serangkaian kata-kata yang ditulis di halaman situs web dunia maya. Semua jenis media akan saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. Untuk itu seorang PR yang baik harus dapat beradaptasi dalam penggunaan berbagai macam media demi tercapainya tujuan perusahaan atau organisasi tempatnya berkarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar