Minggu, 14 Januari 2018



Manfaat Teknologi Komunikasi bagi Public Relations

Pada konferensi tahunan di tahun 1995, Institut Public Relations disadarkan akan sebuah fenomena dimana teknologi Internet akan berkembang menjadi sangat besar pada setiap  perusahaan. Kehadiran e-mail dan websites menjadi aspek penting dalam komunikasi bisnis perusahaan. Kita dapat melihat evolusi teknologi ini dengan jelas dengan semakin maraknya kehadiran media-media sosial. Sebut saja Twitter, Facebook, MySpace, Blogs, dan lain-lain. Berbagai gadget seperti laptop, tablet, telepon genggam, dan sebagainya juga senantiasa menyediakan fitur-fitur untuk pertukaran informasi yang beragam dan semakin canggih.
Memang perkembangan teknologi tidak dapat dibendung lagi. Apalagi semenjak adanya Internet yang berkembang sangat pesat. Internet, dibanding radio dan televisi, penetrasinya di masyarakat termasuk yang paling cepat. Dalam waktu lima tahun saja pengguna internet mencapai 50 juta orang. Sementara radio membutuhkan waktu 38 tahun dan televisi 13 tahun.
Setiap saat selalu saja ada inovasi terbaru yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi aspek hidup kita. Tak terkecuali aspek pekerjaan seorang praktisi Public Relations (PR). Perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan terhadap tugas dan peran PR. Keberadaan Internet membawa banyak manfaat bagi praktisi PR.  Namun, perlu diingat bahwa keberadaan media Internet tidak mengganti media PR lainnya. Internet adalah salah satu alat yang  jika dimaksimalkan dengan baik, seorang praktisi PR dapat membangun reputasi dan citra perusahaan dengan efektif.
Penerapan teknologi komunikasi harus didahului oleh penguasaan teknologi komunikasi tersebut. Pemakaian teknologi komunikasi menguntungkan, misalnya meningkatkan produktivitas serta memperpendek  waktu dan jarak. Keuntungan yang ditawarkan teknologi ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh praktisi PR karena hal ini tentu saja mempermudah kegiatan PR dalam menjalankan tugas dan perannya. Secara umum  praktisi PR harus menimbulkan pengertian dan goodwill dari publiknya untuk meningkatkan reputasi perusahaan. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, praktisi PR bisa menjalankan tugas dan perannya dengan lebih mudah.
Praktisi PR adalah seseorang yang harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tulisan melalui berbagai media. Perkembangan teknologi komunikasi menghadirkan sebuah media baru bagi praktisi PR yaitu media PR kontemporer. Bahkan kini, terdapat kajian baru dalam ilmu PR yaitu PR on the Net atau Cyber PR. Media PR kontemporer terdiri dari media massa online (newspaper online, magazine online, digital radio, digital television); media non-massa online (chatting, teleconference, videoconference); dan media sosial online (Facebook, Twitter, Blog).
Seorang praktisi PR yang baik harus dapat beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi-teknologi terbaru. Dengan menguasai media Internet, para praktisi PR mampu menjangkau publik mereka tanpa harus diintervensi oleh gatekeeper yang melakukan sensor terhadap terbitnya suatu informasi. Sebaliknya, publik juga dapat berkomunikasi kepada PR melalui media kontemporer yang telah ditentukan oleh praktisi PR.
Perkembangan teknologi khususnya media Internet mempengaruhi cara praktisi PR untuk menjalin komunikasi dengan publiknya. Contohnya adalah cara menyampaikan press release perusahaan. Kegiatan PR perusahaan atau organisasi yang sudah menguasai teknologi dengan baik biasanya menaruh press release di situs web perusahaan. Cara ini sudah dilakukan oleh berbagai perusahaan besar di berbagai belahan dunia. Dewasa ini, bila perusahaan tidak memiliki situ web tersendiri, maka secara tidak langsung perusahaan itu telah membuka peluang bagi kompetitor untuk berada satu langkah di depannya.
Bila  praktisi PR tidak menguasai teknologi terbaru, maka hal tersebut menjadi suatu kerugian besar bagi perusahaan atau organisasi tempatnya bekerja. Perkembangan teknologi akan selalu berbanding lurus dengan tugas dan peran PR. Namun, keberadaan teknologi khususnya media Internet dalam ranah kerja praktisi PR tidak serta merta mengesampingkan peran media konvensional seperti media massa televisi dan radio. Bagaimanapun kata-kata yang dilontarkan seorang praktisi PR secara langsung melalui media televisi akan lebih dipercaya publik dibandingkan dengan serangkaian kata-kata yang ditulis di halaman situs web dunia maya. Semua jenis media akan saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. Untuk itu seorang PR yang baik harus dapat beradaptasi dalam penggunaan berbagai macam media demi tercapainya tujuan perusahaan atau organisasi tempatnya berkarya.



MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DI PENYIARAN

Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan konsep-konsep yang terkait erat umum seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan stimulasi mental.
Dalam beberapa kasus pengetahuan peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui komunikasi, intelijen, atau diperoleh dari berita juga disebut informasi. Informasi dalam bentuk koleksi data dan fakta sering disebut data statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan aliran.
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu orang untuk membuat, memodifikasi, menyimpan, berkomunikasi, dan / atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh Teknologi Informasi bukan hanya sebuah komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan perangkat genggam modern (misalnya ponsel).
Memahami teori komunikasi dan informasi menurut Robert l. Mathis dan John H. Jackson (2004) globalisasi adalah penyumbang utama terhadap pengembangan dan evolusi teknologi telekomunikasi dan informasi membantu pengiriman yang cepat. Teknologi komunikasi seperti televisi satelit dan telah menghadirkan layanan telepon nirkabel ke desa-desa. Pertumbuhan penggunaan internet di seluruh dunia telah membuat orang-orang dan perusahaan-perusahaan individu dapat dengan mudah berkomunikasi dan mengakses data dalam jumlah sangat besar.
Ada baik dan bentuk teknologi komunikasi yang dapat digunakan digunakan dalam penyiaran pendidikan, antara lain, sebagai berikut:
1. Radio siaran
Radio merupakan media elektronik lama dan sangat fleksibel. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia, melalui hubungan saling menguntungkan dengan melengkapi dengan media lainnya. Secara umum, radio dapat dilihat sebagai penyerapan media komunikasi massa melalui indera pendengaran. Salah satu bentuknya adalah pemanfaatan pendidikan teknologi komunikasi radio. Radio media seleksi didasarkan pada kemampuan media untuk menjangkau populasi pendengar Bianya dan lebih murah. Musim panas mengatakan bahwa media memiliki peran radio, karena keberadaannya sebagai jaringan internasional dapat mengesampingkan hambatan georafis dan menjangkau pendengar pada semua pendidikan budaya dan ekonomi tingaktan.


2. Televisi Siaran Pendidikan
Dari berbagai jenis dan bentuk teknologi komunikasi yang tersedia, siaran televisi adalah media ampuh untuk menyebarkan informasi kepada publik secara bersamaan. Broadcast televisi juga memiliki kekuatan yang luas jangaku dan mampu menghilangkan batas-batas geografis, kehidupan sosial, politik dan budaya dari penampil. Bahkan ada televisi yang kurang penting juga memiliki potensi untuk menyampaikan pesan pendidikan / pembelajaran. Artinya, televisi merupakan salah satu bentuk pengajaran dan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan demikian tujuan akhir dari menggunakan media informasi dan komunikasi adalah kesejahteraan rakyat yang tercermin dalam kemampuan ekonomi negara. Informasi untuk masyarrakat sangat penting dalam rangka memberdayakan hidup mereka meningkat. Dengan banjir informasi kepada publik memungkinkan orang memperoleh peningkatan pengetahuan dan pengetahuan biasanya hanya dimiliki oleh sekelompok profesional yang dapat dipromosikan oleh kemajuan ICT Selain menyebabkan jarak antara kelompok-kelompok orang dapat dihilangkan. Kemajuan dapat diatasi dengan berbagai ICT media. Sebuah jumlah besar sumber informasi yang akan dapat memperkaya informasi dan pengetahuan kepada penonton.
Informasi untuk negara dapat menjadi sumber listrik. Selain keadaan informasi dapat memberikan kontribusi pada kekuatan dan stabilitas dari sistem pelengkap sosial, polotok, ekonomi, dan budaya. Informasi dalam suatu negara dapat menjadi kekuatan dalam perekonomian merupakan salah satu faktor yang menentukan pelaksanaan pembangunan. Denagan memanfaatkan informasi dari berbagai media untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diharapkan akan ada sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam konteks interaksi sikap pola umum masyarakat dan bagaimana orang berperilaku dengan informasi yang ada. Dengan kemudahan akses ke informasi dan pengungkapan informasi masyarakat diharapkan lebih kritis, cerdas, dan pemberani.
Dengan informasi yang kaya, warga negara memiliki sikap kritis, sikap untuk meneliti isu-isu di sekitarnya mulai di bidang pendidikan politik. Hal ini juga berani mengungkapkan meremehkan tidak setuju dengan pendapatnya. Semua dapat mengomentari era ini, tentu saja, argumen berdasarkan teori atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain dinamika informasi juga dapat memotivasi dan mendidik masyarakat. Akses informasi yang tidak membedakan antara status sosial yang disandang bersama dengan demokratisasi informasi. Dengan informasi yang kaya maka masyarakat diharapkan dapat memilih informasi mana yang benar dan yang tidak mudah tertipu disesatkan oleh orang lain dan mampu berdiri sendiri serta memiliki daya saing tinggi. Dengan munculnya TIK diharapkan dapat mengubah dalam konteks lembaga sosial yang dapat dilihat dari perubahan format tatanan sosial dan lembaga - lembaga baru di bidang tata kelola informasi.
Sekarang lembaga-lembaga pelayanan publik atau banyak lembaga sosial lainnya mulai berubah pandangan menerapkan sistem informasi pelayanan terpadu, misalnya di beberapa pemerintah daerah telah menggunakan e-pemerintah dalam rangka menciptakan pemerintahan yang informatif dan akuntabel. Lembaga penegak hukum akan mulai menerapkan otomatisasi dalam layanan. Hal ini dilakukan sejalan dengan bimbingan pemerintah akan cepat, informatif, dan transparan. Sedangkan perubahan pranata sosial dalam bidang manajemen informasi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layananya.
Lembaga - lembaga seperti perpustakaan, kantor arsip, atau lembaga informasi baru mengambil bentuk dengan menerapkan teknologi informasi dalam pelayanan, sehingga lebih cepat dan akurat. Ia juga muncul lembaga baru yang berfokus informasi layanan di daerah-daerah tertentu. Misalnya, munculnya pusat-pusat informasi pariwisata, pusat informasi bisnis atau informasi rumah kontrakan pusat dan sebagainya. Lembaga - lembaga adalah lembaga sosial yang timbul karena orang perlu mereka bahkan dapat menjadi komoditas ekonomi. TIK dapat mempengaruhi kemajuan budaya kita, yang dapat mendorong atau mempengaruhi sikap, memotivasi, mengembangkan pola perilaku dan dapat menyebabkan integrasi sosial. Selain budaya kita juga akan dengan mudah dipengaruhi oleh budaya lain, baik lokal maupun asing yang dapat mempercepat proses produksi dan distribusi barang dan jasa dalam jumlah besar.
Semua itu adalah perubahan positif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada individu dan masyarakat, tapi tentu ada juga dampak negatif. Dalam era transparansi saat pemerintah tidak transparan dan akuntabel maka yang terjadi adalah sebagai demonstrasi menentang kebijakan pemerintah yang merusak bagi masyarakat kita dalam tahap awal belajar demokrasi baru. Dengan hadirnya berbagai produk informasi seperti radio, TV, internet, HP juga berdampak pada sikap dan perilaku, seperti malas belajar, individualistis, perilaku tidak bermoral, dan sebagainya.
Keberadaan teknologi informasi dan komunikasi juga merupakan ancaman bagi budaya kita, seperti perubahan dalam cara kerja, cara hidup, hubungan keluarga dan komunikasi antar individu. Perubahan budaya dapat dilihat dari budaya saling membantu, yang merupakan salah satu modal sosial kita, terutama di masyarakat pedesaan sekarang sudah mulai terkikis. Dan di tempatnya adalah hubungan kerja dengan majikan dihargai gaji. Dengan penyebaran yang cepat dari budaya melalui teknologi komunikasi juga menimbulkan ancaman bagi pelestarian budaya asli Indonesia, sementara budaya asing kini lebih dominan dan ditiru kaum muda. Berbagai dampak negatif perkembangan TIK, di satu sisi untuk kesejahteraan masyarakat di mana ingin membuat sebagian besar - baik, tetapi di sisi lain jika disalahgunakan maka akan berakibat fatal dan merugikan diri sendiri.

Melalui siaran media (TV, radio, koran) perkembangan teknologi komunikasi dan sekaligus akan pesan siaran dapat diketahui dan dapat disampaikan kepada penonton. Kemajuan teknologi juga sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan penyiran, misalnya, dengan penemuan komputer, kamera, camcorder, kamera digital, dll sehingga memudahkan kerja para pekerja penyiaran.





MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG BROADCASTING

ICT (Information and Communication Technologies ) atau yang biasa kita sebut sebagai TIK adalah teknologi yang memproses dan menyampaikan informasi. ICT sama dengan teknologi informasi, tetapi lebih fokus pada teknologi komunikasi. Termasuk di antaranya internet, jaringan wireless, telepon genggam, dan media komunikasi lainnya. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologia, atau techne yang mempunyai arti keahlian dan berarti pengetahuan. Dalam pengertian yang sempit, teknologi merupakan sesuatu yang mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras. ICT mencakup 2 aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu untuk memproses dan men-transfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Sedangkan Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pemanfaatan ICT pada Industri, khususnya industri jurnalistik (pembuatan berita). Seperti yang kita ketahui bahwa dalam membuat berita membutuhkan informasi yang sangat cepat, tepat dan akurat. Masyarakat membutuhkan berita yang ter-update, maka dari itu penyajian berita juga harus bersifat langsung misalnya, ada kebakaran di salah satu gedung Jakarta, pasti berita itu akan muncul di stasiun televisi pada hari yang sama, hanya berbeda beberapa jam dari kejadian. Masyarakat pun akan dapat mengetahui hal tersebut melalui media komunikasi lainnya. Berita menjadi salah satu hal penting dalam aspek kehidupan manusia, baik berita formal maupun tidak formal. Pada saat proses penyajian berita akan membutuhkan banyak elemen-elemen teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya:
1. Proses pencarian berita.
Pada saat mencari berita, jurnalis akan memerlukan alat rekam baik merekam suara, video, gambar dan lain sebagainya.
2. Proses pembuatan berita
Jurnalis membutuhkan hardware dan software yang memadai untuk penulisan berita. Jurnalis membutuhkan software untuk menuliskan berita, meng-edit gambar dan video.
3. Proses penyajian berita kepada penikmat berita
Banyak media untuk menyampaikan berita, diantaranya melalui radio, televisi, koran dan media lainnya. Pada saat menyampaikan berita melalui televisi, dibutuhkan banyak elemen ICT untuk memperindah tampilan pada layar televisi.
Seiring dengan perkembangan zaman, elemen-elemen ICT pun akan ikut berkembang. Hal ini dapat dirasakan pada saat anda melihat acara berita zaman dahulu dan zaman sekarang, pada zaman dahulu dimana komunikasi saja sulit untuk dilakukan, penyajian berita pun hanya monoton, dengan koran, surat, dan apabila ada video pun masih sangatlah sederhana. Jika dibandingkan dengan sekarang, berita sudah dapat disebarkan lewat banyak media, televisi, koran, radio bahkan komputer dan telepon genggam sekalipun. Acara-acara berita pun sudah dapat dilakukan dengan sangat interaktif, seperti meminta pendapat dari penonton, meminta penonton untuk memilih berita atau meminta penonton untuk memberitahukan berita terkini di wilayah mereka. Seperti pada saat terjadi kerusuhan, acara berita tersebut akan menampilkan nomor telepon ke layar dan meminta penonton yang tinggal di daerah sekitar kejadian untuk menelpon dan memberitahukan berita terkini mengenai peristiwa yang terjadi, bagaimana kondisi wilayah tersebut, dan hal-hal lainnya.
Dengan kasus yang telah disajikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ICT dalam industri jurnalistik adalah :
1. Mempercepat proses penyajian berita dengan adanya internet, telepon genggam dan alat komunikasi lainnya.
2. Membuat masyarakat merasa dibutuhkan dengan adanya telepon interaktif mengenai berita yang ada
3. Membuat penyajian berita menjadi interaktif seperti pemutaran video berita (berita tidak hanya disajikan dalam bentuk gambar).
4. Berita dapat diakses melalui media apa saja, komputer, telepon genggam, televisi, radio, koran, dan lain-lain.
Dengan adanya kemudahan dalam mengakses dan membuat berita, masyarakat harus dapat secara pintar memilih berita mana yang benar dan salah. Pembuat berita pun harus dengan cermat membuat berita,agar masyarakat tidak mendapat berita yang tidak benar. Maka dari itu selain membahas pemanfaatan ICT, berikut terdapat beberapa kerugian ICT dalam industri jurnalistik ini:
1. Banyak orang menyebarkan berita yang tidak benar atau masih sekedar isu. Hal ini akan menyebabkan kesimpang – siuran atas kebenaran berita tersebut.
2. ICT disalah gunakan untuk melakukan perbuatan yang tidak baik, misalnya mencemarkan nama baik seseorang, membuat berita yang tidak disaring kembali kebenarannya.
Kesimpulan dalam artikel ini adalah Information and Communication Technologies (ICT)sangat berperan dalam semua industri, dalam segala aspek kehidupan manusia. Dalam industri jurnalistik ICT sangat dibutuhkan karena industri membutuhkan berita yang sangat akurat dan cepat. Industri ini selalu bergantung pada alat komunikasi, karena harus mendapatkan dan menyebarkan berita kepada seluruh masyarakat. Industri ini mempunyai jurnalis yang akan selalu terhubung dengan kantor seperti mengirimkan berita ke kantor. Jurnalis juga harus memliki alat komunikasi berupa telepon genggam, internet dan lainnya untuk mencari berita di pelosok-pelosok daerah, menyaring kebenaran berita, dan mem-publish berita. Jadi keberadaan ICT sangatlah membantu industri jurnalistik ini dalam membuat dan menyebarkan berita

Tips Public speaking   yang baik 1.       Self Mastery Self mastery  adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri sendiri m...