Jeritan
kesunyian di Ronggowarsito Semarang
Musium
Ronggowarsito terletak di Jl. Abdur Rahman Saleh No. 1 Kalibanteng kulon
Semarang, kesunyian di ronggowarsito semakin terasa karena sedikitnya
pengunjung yang datang ke musium tersebut. Artefak di musium itu hanya berlaku
bagi segelintir peneliti. Sedangkan kebanyakan orang di negri ini hanya sibuk
dengan perkembangan teknologi gadget atau berita infotaiment terkini yang
semakin marak di sosial media, sedangkan anak- anak hanya mengunjungi sesekali sebagai
bagian tur wisata tanpa berniat untuk mempelajari sejarah yang ada di musium
tersebut.
Padahal
musium ronggowarsito menawarkan beberapa aspek pendidikan yang sangat menarik
untuk di pelajari, musium ini juga merupakan musium terbesar dan terlengkap yang ada di jawa
tengah. Musium ini sengaja di bangun agar masyarakat mengetahui apa yang
sebenarnya terjadi pada kehidupan terdahulu dan dapat mempelajarinya. Tapi pada
kenyataanya musium ini tak berpenghuni, bahkan dari kunjungan yang saya lakukan
kemaren hanya ada beberapa pengunjung saja yang terlihat di musium tersebut, minimnya
tingkat kepedulian masyarakat dalam mempelajari sejarah juga merupakan faktor
utama yang menyebabkan kesunyian di musium tersebut, sebagian dari masyarakat
lebih suka mencari informasi dari gadget mereka dari pada datang langsung ke
musium. .
Kenapa
harus datang ke musium Ronggowarsito ? karena musium Ronggowarsito bukan hanya
sekedar sebagai tempat wisata sejarah dan budaya saja, musium Ronggowarsito
juga bisa menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda. Musium yang di bangun
dengan luas hampir 2 hektar ini memiliki berbagai koleksi bersejarah yang unik.
Di musium
ronggowarsito ini terdapat 4 gedung yang masing – masing menceritakan sejarah
yang berbeda. Di lantai satu gedung A menyimpan wahana Geologi dan Geografi. Diwahana ini menampilkan beberapa
jenis bebatuan yang terdapat di muka bumi. Di lantai 2 gedung A
menyajikan wahana tentang Paleontologi (tentang zaman purba), beberapa
koleksi yang ada seperti fosil kayu kuno, bebatuan dan masyarakat kuno, juga
tulang dan bagian-bagian hewan purba di masa silam. Ada juga binatang langka
yang diawetkan seperti bajing peluncur, babi hutan, kancil dan burung rajawali.
Di
gedung B lantai satu berisikan peninggalan budaya dan kerajinan dari peradaban
Hindu Budha, beberapa yang dipamerkan seperti Lingga dan Yoni, arca-arca,
Ketongan, kendhi, cermin perunggu, patung dewa, candi-candi yang ada di Jawa
Tengah. Juga menampilkan kebudayaan yang bercorak islam dari miniatur masjid
Agung Demak dan Menara Masjid Kudus, fragmen seni hias, bahan terakota, replika
kaligrafi, ornamen masjid Mantingan Jepara, Mustaka masjid Mayong Jepara,
salinan Alquran yang ditulis dengan tangan serta cerobong sumur dari Caruban
Lasem yang sangat menarik. Lantai dua gedung B menyajikan wahana keramik dan
batik. Dipamerkan berbagai jenis dan model keramik baik lokal maupun yang
berasal dari cina dan Eropa. Tak lupa, macam-macam kerajinan gerabah dan cara
pembuatannya diperlihatkan dengan model diorama atau patung. Dibagian batik,
dipajang berbagai motif batik yang ada di Jawa Tengah seperti Surakarta,
Pekalongan, Lasem dan Banyumasan.
Di gedung C Lantai satu terbagi atas ruang bersejarah perjuangan bersenjata
yang terbagi lagi atas koleksi benda-benda yang dipakai ketika zaman
pertempuran dan Diorama pernjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan.
Selain itu, ditampilkan pula diorama pertempuran-pertempuran yang pernah
terjadi di Jawa Tengah dan Jogjakarta seperti Pertempuran Lima Hari Semarang,
Peristiwa Palagan Ambarawa, Pemberontakan PKI di Cepu, Serangan Umum 1 maret
dan Gerakan Tritura. Di lantai dua
gedung C terdapat ruang koleksi teknologi dan kerajinan tradisional, teknologi
industri dan transportasi, dan beragam model kerajian rumahan.
Gedung D Lantai satu
memamerkan tentang pembangunan, numismatik, heraldik, tradisi nusantara, ruang
intisari dan hibah. Lantai dua gedung D terbagi atas ruang kesenian yang menampilkan
koleksi benda dan peralatan kesenian yang dipisahkan menjadi seni pergelaran
(berbagai pengetahuan yang menarik tentang wayang), seni pertunjukan (berbagai
kesenian khas Jawa kuda lumping, barongan), dan seni musik .
Selain belajar tentang
budaya dan sejarah, di musium ini kita juga bisa menemukan beberapa spot foto
yang menarik. Jadi kita bisa belajar sambil tetap eksis di depan kamera. Musium
Ronggowarsito ini sebenarnya memiliki keunikan tersendiri di banding dengan
tempat wisata yang lainnya. Karena tata kelola dari musium ini sangat baik dan
musium ini bersih terawat, sehingga membuat pengunjung semakin betah untuk
berlama- lama di musium ini. Selain itu musium Ronggowarsito juga terdiri dari
beberapa gedung dengan susunan benda- benda peninggalan sejarah yang apik dan
tidak monoton sehingga kita bisa menjelajahi setiap sudut ruangannya.
Tapi sangat di
sayangkan, di musium ini tidak ada pemandunya, sehingga pengungjung sangat
kesulitan untuk memperoleh informasi yang lengkap, di musium tersebut hanya ada
beberapa keterangan yang di tempel di dinding – dinding musium. Jadi pengunjung
hanya mendapatkan informasi yang terbatas dari tulisan yang di tempel di
dinding musium tersebut. Tapi kalian tidak perlu khawatir karena saya akan
membagikan beberapa tips berkunjung ke musium agar tidak membosankan, yang pertama siapkan beberapa
kebutuhan anda dengan seksama dan jangan sampai ada yang tertinggal, yang kedua
siapkan kamera untuk mengabadikan setiap
moment yang ada di musium, yang ketiga Jangan
menyentuh koleksi museum, karena mungkin saja anda akan merusaknya, barang
museum sangat rapuh karena usianya yang sudah sangat tua, tapi kalian tidak perlu khawatir karna kalian masih tetap bisa mengabadikan moment kalian saat di musium dengan cara mengambil gambar benda- benda tersebut, jadi tetap bisa di jadikan kenangan. Yang ke empat jangan
membuang sampah sembarangan di dalam museum, karena akan mengotori lokasi
museum.Tidak perlu membawa makanan dan minuman, karena tas harus dititipkan di
loker museum. Nah itu lah beberapa tips yang dapat saya bagikan ke teman –
teman, semoga bermanfa’at yaa J