Sabtu, 06 April 2019



Jeritan kesunyian di Ronggowarsito Semarang

Musium Ronggowarsito terletak di Jl. Abdur Rahman Saleh No. 1 Kalibanteng kulon Semarang, kesunyian di ronggowarsito semakin terasa karena sedikitnya pengunjung yang datang ke musium tersebut. Artefak di musium itu hanya berlaku bagi segelintir peneliti. Sedangkan kebanyakan orang di negri ini hanya sibuk dengan perkembangan teknologi gadget atau berita infotaiment terkini yang semakin marak di sosial media, sedangkan anak- anak hanya mengunjungi sesekali sebagai bagian tur wisata tanpa berniat untuk mempelajari sejarah yang ada di musium tersebut.

Padahal musium ronggowarsito menawarkan beberapa aspek pendidikan yang sangat menarik untuk di pelajari, musium ini juga merupakan musium  terbesar dan terlengkap yang ada di jawa tengah. Musium ini sengaja di bangun agar masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan terdahulu dan dapat mempelajarinya. Tapi pada kenyataanya musium ini tak berpenghuni, bahkan dari kunjungan yang saya lakukan kemaren hanya ada beberapa pengunjung saja yang terlihat di musium tersebut, minimnya tingkat kepedulian masyarakat dalam mempelajari sejarah juga merupakan faktor utama yang menyebabkan kesunyian di musium tersebut, sebagian dari masyarakat lebih suka mencari informasi dari gadget mereka dari pada datang langsung ke musium. .

Kenapa harus datang ke musium Ronggowarsito ? karena musium Ronggowarsito bukan hanya sekedar sebagai tempat wisata sejarah dan budaya saja, musium Ronggowarsito juga bisa menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda. Musium yang di bangun dengan luas hampir 2 hektar ini memiliki berbagai koleksi bersejarah yang unik.
Di musium ronggowarsito ini terdapat 4 gedung yang masing – masing menceritakan sejarah yang berbeda. Di lantai satu gedung A menyimpan wahana Geologi dan Geografi. Diwahana ini menampilkan beberapa jenis bebatuan yang terdapat di muka bumi. Di lantai 2 gedung A  menyajikan wahana tentang Paleontologi (tentang zaman purba), beberapa koleksi yang ada seperti fosil kayu kuno, bebatuan dan masyarakat kuno, juga tulang dan bagian-bagian hewan purba di masa silam. Ada juga binatang langka yang diawetkan seperti bajing peluncur, babi hutan, kancil dan burung rajawali.

 Di gedung B lantai satu berisikan peninggalan budaya dan kerajinan dari peradaban Hindu Budha, beberapa yang dipamerkan seperti Lingga dan Yoni, arca-arca, Ketongan, kendhi, cermin perunggu, patung dewa, candi-candi yang ada di Jawa Tengah. Juga menampilkan kebudayaan yang bercorak islam dari miniatur masjid Agung Demak dan Menara Masjid Kudus, fragmen seni hias, bahan terakota, replika kaligrafi, ornamen masjid Mantingan Jepara, Mustaka masjid Mayong Jepara, salinan Alquran yang ditulis dengan tangan serta cerobong sumur dari Caruban Lasem yang sangat menarik. Lantai dua gedung B menyajikan wahana keramik dan batik. Dipamerkan berbagai jenis dan model keramik baik lokal maupun yang berasal dari cina dan Eropa. Tak lupa, macam-macam kerajinan gerabah dan cara pembuatannya diperlihatkan dengan model diorama atau patung. Dibagian batik, dipajang berbagai motif batik yang ada di Jawa Tengah seperti Surakarta, Pekalongan, Lasem dan Banyumasan.

Di gedung C Lantai satu terbagi atas ruang bersejarah perjuangan bersenjata yang terbagi lagi atas koleksi benda-benda yang dipakai ketika zaman pertempuran dan Diorama pernjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Selain itu, ditampilkan pula diorama pertempuran-pertempuran yang pernah terjadi di Jawa Tengah dan Jogjakarta seperti Pertempuran Lima Hari Semarang, Peristiwa Palagan Ambarawa, Pemberontakan PKI di Cepu, Serangan Umum 1 maret dan Gerakan Tritura.  Di lantai dua gedung C terdapat ruang koleksi teknologi dan kerajinan tradisional, teknologi industri dan transportasi, dan beragam model kerajian rumahan.

Gedung D Lantai satu memamerkan tentang pembangunan, numismatik, heraldik, tradisi nusantara, ruang intisari dan hibah. Lantai dua gedung D  terbagi atas ruang kesenian yang menampilkan koleksi benda dan peralatan kesenian yang dipisahkan menjadi seni pergelaran (berbagai pengetahuan yang menarik tentang wayang), seni pertunjukan (berbagai kesenian khas Jawa kuda lumping, barongan), dan seni musik .

Selain belajar tentang budaya dan sejarah, di musium ini kita juga bisa menemukan beberapa spot foto yang menarik. Jadi kita bisa belajar sambil tetap eksis di depan kamera. Musium Ronggowarsito ini sebenarnya memiliki keunikan tersendiri di banding dengan tempat wisata yang lainnya. Karena tata kelola dari musium ini sangat baik dan musium ini bersih terawat, sehingga membuat pengunjung semakin betah untuk berlama- lama di musium ini. Selain itu musium Ronggowarsito juga terdiri dari beberapa gedung dengan susunan benda- benda peninggalan sejarah yang apik dan tidak monoton sehingga kita bisa menjelajahi setiap sudut ruangannya.

Tapi sangat di sayangkan, di musium ini tidak ada pemandunya, sehingga pengungjung sangat kesulitan untuk memperoleh informasi yang lengkap, di musium tersebut hanya ada beberapa keterangan yang di tempel di dinding – dinding musium. Jadi pengunjung hanya mendapatkan informasi yang terbatas dari tulisan yang di tempel di dinding musium tersebut. Tapi kalian tidak perlu khawatir karena saya akan membagikan beberapa tips berkunjung ke musium agar tidak membosankan, yang pertama siapkan beberapa kebutuhan anda dengan seksama dan jangan sampai ada yang tertinggal, yang kedua siapkan  kamera untuk mengabadikan setiap moment yang ada di musium, yang ketiga Jangan menyentuh koleksi museum, karena mungkin saja anda akan merusaknya, barang museum sangat rapuh karena usianya yang sudah sangat tua, tapi kalian tidak perlu khawatir karna kalian masih tetap bisa mengabadikan moment kalian saat di musium dengan cara mengambil gambar benda- benda tersebut, jadi tetap bisa di jadikan kenangan. Yang ke empat jangan membuang sampah sembarangan di dalam museum, karena akan mengotori lokasi museum.Tidak perlu membawa makanan dan minuman, karena tas harus dititipkan di loker museum. Nah itu lah beberapa tips yang dapat saya bagikan ke teman – teman, semoga bermanfa’at yaa J



Tips Public speaking   yang baik 1.       Self Mastery Self mastery  adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri sendiri m...